Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Donasi Buku dan Barang Lain

Ini menjadi bagian dari meminimalkan barang-barang yang dimiliki, salahsatunya buku. Akhirnya di tawarkan ke beberapa teman dari teman di komunitas HEbAT Bekasi, teman grup komunitas menulis bersama, teman IP dan teman yang lain. Awalnya berat untuk berpisah dari buku-buku yang dimiliki. Dari kategori barang yang masuk didalam proses barang yang akan diminimalis, buku menjadi prioritas yang paling sulit dilakukan, daripada pakaian, ataupun pernak-pernik/komono  yang lain. Mudah-mudahan kalo pun akan membeli buku kembali akan mencoba membeli buku Living Books dan belajar untuk lebih selektif. Donasi akan dikirim ke @donasibarang Berusaha dapat terbagi untuk teman-teman semua dan Insya Allah dapat bermanfaat dan membawa keberkahan dari Allah SWT. Aamiin. Setelah beberapa buku dan barang lain bisa didonasikan, untuk perpustakaan mini kami menjadi 👇 Akankah akan mengalami pengurangan kembali 🤔 #edisilanjutanberbenah

Antara Rencana dan Mengalir

Perlukah sebuah rencana? Atau semua dibiarkan mengalir saja? Apa yang baik ataupun tidak bukan pada rencana atau tidak tetapi bagaimana dalam menjalani prosesnya. Membuat sebuah rencana tanpa dijalani akhirnya memberi cerita yang tetinggal karena tidak dijalankan. Tanpa rencana hanya mengalir saja tetapi direfleksi didalam pelaksanaannya akan memberi imbas yang positif tentunya bagi yang menjalankannya. Sebelum mampu membuat rencana, kita menjalani saja/mengalir saja hingga akhirnya berproses membuat suatu rencana yang bertahap atau pelan-pelan mengcreate diri agar mampu membuat rencana tanpa ada paksaan. Mulai saja dan biarkan semua berjalan hingga semua dapat menjadi proses refleksi kedalam diri kita atau buat rencana secara bertahap agar dapat benar-benar mampu dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Idul Fitri dimasa Pandemi Covid 19

Baru tahun ini kami berlebaran pertama tanpa kerumah orangtua kami. Pertemuan pun untuk bermaafan dilakukan via online (Zoom dan Video Call Whatapps) Alhamdulillah dimalam Takbiran jelang Idul Fitri, uti dapat berlebaran dirumah setelah selama 6 hari dirawat di RS. Jakarta. Dan ini menjadi lebaran kami yang pertama di bekasi, dengan menjalani sholat Idul Fitri berempat dirumah, dengan ayah sebagai Imam lanjut menikmati sedikit ketupat, sayur godog pepaya, blado telur dan kentang, juga kering teri dan kacang. Semoga tetap diberikan kesehatan untuk kita semua.

Jatuh Cinta pada CM

Sebenarnya bukan hal yang baru untuk dipelajari tetapi entahlah semangat yang tertangkap setelah mengenal CM beda bagai lampu penerang agar lebih tajam dalam menjalaninya. Thanks untuk inspirasinya Mba Lily 💕 Setelah mendengarkan keempat Narasumber dalam acara diskusi via Zoom dengan tema Metode Charlotte Mason dalam Perspektif Islam. Dimana keempat narasumber adalah seorang dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta, seorang yang besar dalam lingkup pesantren dan dua praktisi hs CM Mba Lily dan Mba Laila. Pemaparan yang disampaikan keempat narasumber seakan memberi pencerahan dan penyegaran. Seakan memberi angin segar yang baru didalam melangkah untuk menggunakan metode CM dalam praktek homeschooling yang kami jalani didalam keluarga. Insya Allah.

Hanya ingin berbagi

Berbagi di masa pandemi Apa yang bisa kau bagi dimasa pandemi ini? Apapun bisa, disaat banyaknya himpitan ekonomi dengan beberapa orang harus kehilangan pekerjaan hingga mau tidak mau akhirnya menyisakan banyak kesedihan, kegalauan dan khawatir akan kelanjutan ekonomi keluarga. Apa yang bisa menjadi pelajaran didalam situasi seperti ini? Akankah kebersamaan akan terbentuk oleh satu keadaan? Akankah manusia saling mampu meraba pesan yang dihadirkan-Nya atas situasi pandemi ini. Berbagi jangan diartikan sebagai situasi atau kondisi yang sulit karena pada dasarnya sebagai manusia kita dibekali oleh sang Pencipta akan kemampuan diri untuk berbagi, tidak terkecuali siapapun dan dengan latar belakang apapun dia. Alam memberi banyak pesan kepada diri kita akan aktivitas berbagi ini. Alam tidak pernah mensyaratkan apapun didalam proses berbagi ini. Kita menghirup udara seberapa pun kita mau, dia akan memberinya. Matahari menyinari bumi tanpa kita bisa menolaknya, dia akan setia memb

Memecah Kebekuan

Kenapa mengambil tema ini? Kebekuan seringkali datang disaat kita terlalu pakem atas aturan, ada hasrat terpendam yang ingin kita harapkan ataupun takut yang kita rasakan, takut salah, takut tidak bagus atau lainnya hingga akhirnya serasa tulisan kita kurang mengalir. Siapapun pernah mengalaminya dan tidak perlu juga merasa bersalah. Cobalah terus dan terus menulis tentang apa saja, freewriting. Akan ada saatnya kebekuan itu akhirnya dapat mencair pada saatnya. Aturan itu baik pada saat tidak menghalangi langkah kita. Tetapi pada saat gerak kita akhirnya terhambat, itu yang sebaiknya perlu dibongkar pola lama kita. Tidak apa-apa menulis dengan bebas saja tanpa beban. Karena menulis menjadi bagian torehan hati kita atau bagaimana hasrat kita mampu tersalurkan. Akan ada waktunya disaat semua mampu tersalurkan dan kita imbangi dengan banyak membaca, pelan-pelan kebekuan itu akan hilang. Dan tulisan pun akan berbuah banyak kebaikan dan manfaat. Insya Allah.

Jurnal Minggu ke 2, Self Assesment/Asses Your Skill

Diminggu kedua ini, kita diminta untuk self assesment, menilai diri kita sendiri. Sebagai mentee, setelah mendengar beberapa penjelasan mentor Mba Himmah melalui pesan suara yang mba Himmah kirimkan ke saya atas pertanyaan saya diantaranya : 1. Sharing pengalaman mba Himmah terkait kegiatan menghapal AlQuran bersama ketiga putrinya, bagaimana tahapan dan prosesnya. 2. Motivasi apa yang mba Himmah sampaikan ke anak-anak dalam proses menghapal Alquran. 3. Dari proses menghapal ini, manfaat apa yang mampu terlihat ke anak-anak. 4. Adakah penolakan dari anak terkait kegiatan ini, bagaimana solusi yang mba Himmah ambil. Pertanyaan diatas sebenarnya telah ditanyakan di pertemuan pertama bersama mba Himmah melalui whatapps dan alhamdulillah telah dijawab mba Himmah melalui voice message sekaligus. Ada pencerahan yang saya rasakan setelah mendengar penjelasan mba Himmah. Awalnya berpikir akan lebih baik memulai anak memahami isi Alquran terlebih dahulu baru menghapalnya. Tetapi men

Jurnal Minggu I, Kelas Kupu-Kupu

Alhamdulillah masuk di tahapan kelas kupu-kupu. Dari penjelasan yang didapat di awal kelas sudah diberikan penjelasan oleh Ibu Septi. Di kelas kupu-kupu ini akan berlangsung selama 8 minggu dengan jadwal belajar sebagai berikut 👇 Dikelas Kupu-kupu, kami diperkenalkan dan belajar mempraktekkan program Mentorship. Disini diperkenalkan Mentor dan Mantee. Selama 8 minggu ini kita diminta belajar menjadi mentor sekaligus menjadi mantee. Mentor adalah orang yang diberi tanggungjawab memberi arahan, materi, ilmu yang telah dimiliki. Sedang Mantee, kita diminta untuk menjadi siswa/orang yang belajar kepada seorang mentor. Dari pencarian dan penyesuaian dengan map yang telah dibuat ditahapan sebelumnya, akhirnya diputuskan untuk menjadi Mentor terkait menulis/membuat self quote. Dan di bulan puasa ini rasanya ingin mempelajari Ilmu menghapal Alquran untuk anak sebagai bekal dalam proses belajar homeschooling anak-anak. A. Perkenalan dengan Mentor Alhamdulillah sudah mendapatk